Karangjati — Produk yang baik menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan sebuah usaha. Namun, di tengah banyaknya produk yang beredar, kualitas produk bukan satu-satunya hal yang menentukan bagaimana sebuah usaha dikenal oleh konsumen. Identitas yang jelas juga diperlukan agar suatu usaha memiliki karakter, mudah dikenali, dan mampu membedakan dirinya dari usaha lainnya.
Berangkat dari hal tersebut, Larasati Naswa, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pentingnya brand identity kepada pelaku UMKM di Desa Karangjati, Kabupaten Boyolali, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan dilakukan melalui kunjungan langsung ke UMKM tempe dan UMKM arang kayu yang berada di desa tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kapasitas usaha masyarakat setempat.
Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diperkenalkan pada konsep brand identity dan perannya dalam mendukung perkembangan sebuah usaha. Brand identity tidak hanya berkaitan dengan logo, tetapi mencakup berbagai unsur yang membentuk bagaimana suatu usaha ingin dikenal oleh konsumennya, mulai dari nama usaha, penggunaan warna dan elemen visual, kemasan, hingga karakter yang ingin ditampilkan melalui produk.
Pemahaman tersebut menjadi penting karena identitas yang konsisten dapat membantu konsumen mengenali dan mengingat sebuah produk. Bagi UMKM, brand identity juga dapat menjadi salah satu penopang dalam membangun citra usaha sekaligus memperkuat pembeda produk di tengah persaingan pasar.
Kunjungan ke UMKM tempe dan arang kayu menunjukkan bahwa produk lokal Desa Karangjati memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Produk yang selama ini dipasarkan tidak hanya dapat mengandalkan manfaat dan kualitasnya, tetapi juga dapat diperkuat melalui identitas usaha yang mampu merepresentasikan nilai serta ciri khas produk tersebut.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN Tim II UNDIP mendorong pelaku UMKM untuk mulai melihat identitas merek sebagai bagian dari pengembangan usaha. Langkah sederhana seperti menentukan identitas visual yang konsisten, memperjelas karakter produk, dan membangun cara penyampaian yang seragam dapat menjadi awal agar sebuah produk semakin mudah dikenali oleh konsumen.
Pada akhirnya, membangun sebuah merek bukan hanya tentang membuat produk terlihat menarik. Identitas yang kuat dapat menjadi jembatan antara produk dan konsumen, sehingga tempe maupun arang kayu yang diproduksi masyarakat Karangjati tidak hanya dikenal dari apa yang dijual, tetapi juga dari identitas dan cerita yang melekat di balik usahanya.