You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Karangjati
Logo Desa Karangjati
Karangjati

Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali, Provinsi Jawa Tengah

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Produktif Masyarakat Desa Karangjati mendukung SDGs ke 8 dan 12.

Administrator 02 Agustus 2026 Dibaca 16 Kali
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Produktif Masyarakat Desa Karangjati mendukung SDGs ke 8 dan 12.

Boyolali — KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2026 melaksanakan Program pemanfaatan limbah sekam dan kayu sebagai upaya peningkatan ekonomi produktif masyarakat Desa Karangjati, Wonosegoro, Boyolali. Kegiatan ini digelar pada 2 Agustus 2026 dalam bentuk praktik langsung pembuatan briket berbahan dasar limbah sekam bersama warga setempat.

Kegiatan berlangsung di halaman depan posko KKN dan diikuti oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu PKK hingga kelompok tani setempat. Praktik pembuatan briket dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan bahan baku berupa pengumpulan sekam padi, proses pembakaran/ karbonasi, pendinginan, proses peracikan atau pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan briket menggunakan alat cetak sederhana, hingga tahap pengeringan agar briket siap digunakan atau dipasarkan.

Briket dari limbah sekam dipilih sebagai fokus program karena bahan bakunya melimpah di Desa Karangjati namun belum banyak dimanfaatkan secara ekonomis. Selama ini sekam hanya dibakar atau dibiarkan menumpuk, padahal apabila diolah menjadi briket, nilainya dapat jauh lebih tinggi dan berpotensi menjadi sumber energi alternatif pengganti kayu bakar maupun arang konvensional.

Warga yang hadir tampak antusias mengikuti setiap tahapan proses produksi, mulai dari pencampuran bahan hingga proses pengeringan briket. Mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan mengenai potensi pemasaran briket, termasuk pengemasan sederhana agar produk lebih menarik saat dijual. Diharapkan, setelah program ini berakhir, warga dapat melanjutkan produksi briket secara mandiri atau berkelompok sebagai salah satu unit usaha ekonomi produktif desa.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan