Boyolali — Sebagai langkah strategis guna memperkuat kehadiran produk ramah lingkungan berbasis limbah sekam padi, "EcoBriq Karangjati" memerlukan identitas visual yang kuat serta penetrasi pasar melalui platform digital. Merespons urgensi tersebut, Fasya Dyah Nabila Isdiyanto, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, yang merupakan anggota Tim II KKN Universitas Diponegoro Tahun 2026, merealisasikan program kerja Multidisiplin 2. Program ini difokuskan pada pemberian edukasi serta pendampingan intensif dalam penyusunan branding produk dan perancangan strategi pemasaran digital bagi inisiatif briket lokal tersebut.
Pada tahap implementasi, Fasya memaparkan konsep identitas merek yang komprehensif, mencakup elemen visual seperti nama, logo, dan kemasan, hingga nilai filosofis yang membentuk citra produk. Pendampingan dilakukan secara konkret melalui pembuatan logo EcoBriq Karangjati yang mengintegrasikan simbol padi, daun, arang, kayu jati, serta elemen api sebagai representasi identitas geografis Desa Karangjati. Selain aspek visual, mahasiswa juga membekali pengelola dengan teknik pemasaran digital, termasuk optimalisasi Instagram, TikTok, dan Facebook untuk membangun kredibilitas, pemanfaatan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, hingga penggunaan WhatsApp Business guna menunjang komunikasi bisnis yang profesional.
Melalui inisiasi ini, produk briket inovatif asal Desa Karangjati kini telah memiliki fondasi identitas merek yang matang melalui brand EcoBriq Karangjati. Integrasi antara branding yang kuat dan strategi digital yang tepat sasaran diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas jangkauan distribusi pasar. Program ini menjadi titik awal bagi transformasi usaha briket sekam padi menjadi unit ekonomi produktif yang berkelanjutan dan kompetitif bagi masyarakat setempat.