You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Karangjati
Logo Desa Karangjati
Karangjati

Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali, Provinsi Jawa Tengah

Mahasiswa KKN R UNDIP Jurusan Sejarah Tingkatkan Kualitas Pengetahuan Warga Dengan Edukasi Perkembangan Briket Sekam di Posko KKN Karangjati Guna Mendukung Pencapaian SDGs 7, 8, dan 12

Administrator 02 Agustus 2026 Dibaca 24 Kali
Mahasiswa KKN R UNDIP Jurusan Sejarah Tingkatkan Kualitas Pengetahuan Warga Dengan Edukasi Perkembangan Briket Sekam di Posko KKN Karangjati Guna Mendukung Pencapaian SDGs 7, 8, dan 12

KARANGJATI - Mahasiswa Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan edukasi inovatif mengenai potensi pengembangan briket sekam padi yang bertempat langsung di posko kuliah kerja nyata desa setempat. Program pemberdayaan ini secara khusus dirancang untuk memberikan wawasan komprehensif kepada masyarakat perihal transformasi limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif bernilai tinggi. Desa Karangjati memiliki kekayaan sisa panen yang amat luar biasa namun seringkali hanya dianggap sebagai tumpukan sampah tak berguna. Melalui pemaparan materi yang sangat menarik, para mahasiswa berusaha keras menumbuhkan minat serta antusiasme warga sekitar agar mereka bersedia mulai memproduksi briket secara mandiri demi menopang kebutuhan bahan bakar harian tanpa merusak kelestarian lingkungan alam kita.

Materi presentasi diawali dengan penjelasan mendalam mengenai jejak sejarah penemuan arang hingga evolusi energi menuju bentuk briket padat yang sangat efisien. Pada masa lalu, masyarakat amat bergantung pada kayu bakar yang secara perlahan mulai mengancam kelestarian hutan hujan tropis. Briket kemudian hadir sebagai solusi cerdas, yaitu berupa arang halus yang dicampur perekat alami lalu dicetak padat. Sekam padi dipilih menjadi bahan baku utama karena jumlahnya selalu melimpah setiap kali musim panen tiba. Daripada sekam tersebut hanya dibakar begitu saja hingga menimbulkan kepulan asap yang mengganggu pernapasan warga, mengolahnya menjadi briket justru mampu menyimpan energi panas dalam jangka waktu sangat lama.

Kegiatan sosialisasi ini juga mengungkap sebuah fakta membanggakan bahwa saat ini negara Indonesia merupakan pengekspor briket terbesar nomor satu di dunia. Kualitas briket buatan nusantara amat diakui pasar global karena mampu menghasilkan panas tinggi, nyala api stabil, serta ramah lingkungan sebab nyaris tanpa polusi asap. Hal ini tentu membuka peluang emas yang menanti untuk segera dimanfaatkan oleh seluruh warga desa. Dengan ketersediaan sumber daya lokal berupa sekam dari hasil penggilingan padi yang melimpah ruah, warga sesungguhnya memiliki potensi ekonomi menjanjikan. Produksi briket mandiri di pekarangan rumah berpotensi menambah sumber penghasilan tambahan sekaligus memutar roda siklus perekonomian warga menuju kehidupan sejahtera.

Proses pembuatan briket sekam ternyata sangatlah sederhana dan hanya membutuhkan peralatan seadanya yang mudah didapatkan dalam skala rumah tangga. Langkahnya dimulai dari pembakaran sekam secara tertutup, penghalusan arang, pencampuran adonan perekat kanji, pencetakan, hingga proses pengeringan di bawah terik cahaya matahari. Inovasi teknologi tepat guna ini sukses mendukung terwujudnya target pembangunan berkelanjutan terutama pada sektor energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi bertanggung jawab. Langkah kecil yang diinisiasi di posko ini diharapkan segera mengubah total cara pandang masyarakat luas. Limbah sisa panen yang dahulu selalu terbuang percuma, kini siap diolah demi wujudkan peradaban desa cerdas dengan tingkat kemandirian energi masa depan.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan