Boyolali — Sekam padi yang selama ini kerap dianggap sebagai sisa kegiatan pertanian ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Melalui Program Multidisiplin 2, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2026 mengajak masyarakat Desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, mengenal pemanfaatan limbah tersebut menjadi briket. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendukung SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Kegiatan dilakukan melalui edukasi dan praktik pembuatan briket secara langsung, mulai dari karbonisasi sekam, penghalusan arang, pembuatan pasta tepung kanji, pencampuran bahan, pencetakan, hingga pengeringan. Zulfa Nailil Muna, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, berperan pada tahap pencampuran bahan dengan memberikan pemahaman mengenai fungsi tepung kanji sebagai perekat alami. Peserta juga diperkenalkan pada proses pencampuran arang dengan pasta kanji dan bahan pendukung hingga diperoleh adonan yang dapat dicetak menjadi briket.
Keterlibatan masyarakat terlihat dalam proses praktik dan pengenalan tahapan pembuatan briket. Pemanfaatan sekam dan kayu menjadi briket diharapkan tidak hanya mengurangi limbah yang kurang termanfaatkan, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi. Melalui inovasi sederhana tersebut, masyarakat didorong untuk melihat limbah bukan hanya sebagai sisa produksi, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dikembangkan secara produktif dan berkelanjutan.